aBoRSI MEMILIKI RESIKO yang tnggi terhadap keselamatan seorang wanita.Tidak benar jka dikatakan jika seorang wanita melakukan aborsi ia"TIDAK MERASAKAN APA-APA DAN LANGSUNG BOLEH PULANG".. INI Adalah informasi yang menyesatkan bagi setiap wanita ,terutama bagi mereka yang tidak menginginkan kehamilan yang sudah terjadi.aDA 2 macam resiko kesehatan yang melakukan aBOrsi:
1. resiko kesehatan dan keselamatan scara fifik
2. resiko gangguan psikologis.
1. RESIKO KESEHATAN DAN KESELAMATAN FISIK
- Kematian mendadak karena pendarahan hebat
- Kematian mendadak karena pembiusan yang gagal
- kematian secara lambat akibat infeksi serius disekitar kandungan
- rahim yang sobek(Uterine Prforation)
- kerusakan rahim leher(Crtivical Lacarations)yang akan menyebebekan cacat pada anak berikutnya
- kAnker pAyudara(karna ketidakseimbangan hormon estrogen pada wanita)
- kanker indung telur(Ovarian Cancer)
- kanker leher rahim(Certivical Cancer)
- Kanker hati(Liver Cancer)
- Klainan pada placenta/ari-ari yang akan menyebabakan cacat pada anak berikutnya dan pendarahan hebat pada saat kehamilan berikutnya
- Menjadi MANDUL
- inFEKSI R0NGGA panggul(Pelvic Inflammatori Disease)
- infeksi pada lapisan rahim (Endometriosis)
2. RESIKO KESEHATAN MENTAL
Gejala ini dalam dunia psikologi sebagai"Post-Abortion Syndrome" (sindrom paska Aborsi)
- kehilangan harga diri(82%)
- berteriak-berteriak histeris(51%)
- mimpi bUruk berkali-kali mengenai bayi(63%)
- ingin melakukan bunh diri(28%)
- mulai mencoba menggunakan obat-obat terlarang(41%)
- Tidak bisa menikmati lagi hubungan seksual(59%)
Diluar hal-hal tsb diatas para wanita yang melakukan aBorsi akan dipenuhi perasaan bersalah yang tidak hilang selama bertahun-tahun dalam hidupnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar